Jumat, 13 April 2012

menelan senjang dengan jiwa telanjang
nikmat malunya tak sekejap
mantaf  ironisnya tak sesaat
mungkin sampai kiamat
yang miskin semakin melarat

miskin janganlah  marah
kaya ingatlah susah
ini anugerah untuk hikmah pada arah
begitu kata simbah

kesenjangan serupa keindahan semesta alam
untuk mengurangi degradasi pikir bijak
kata sang budayawan

arak bali karya putra bapak nusantara
d minum berdamping berita
di teguk di tengah wacana
kepala mulai pusing
biarkan saja

menatap ibu pertiwi dari botol vadka
meresapnya dengan jiwa menghiba

indonesia meratap...
... merasakan nusantara dari segelas anggur orang tua
mereresapinya dengan senyuman hampa
negeri kita kotor
sarangnya jama'ah koruptor
mari bersulang
setelah mabok kita pulang
tidur yang lelap walau kita kan menangis besok siang

MALANG 4 NOVEMBER 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar