menelan senjang dengan jiwa telanjang
nikmat malunya tak sekejap
mantaf ironisnya tak sesaat
mungkin sampai kiamat
yang miskin semakin melarat
miskin janganlah marah
kaya ingatlah susah
ini anugerah untuk hikmah pada arah
begitu kata simbah
kesenjangan serupa keindahan semesta alam
untuk mengurangi degradasi pikir bijak
kata sang budayawan
arak bali karya putra bapak nusantara
d minum berdamping berita
di teguk di tengah wacana
kepala mulai pusing
biarkan saja
menatap ibu pertiwi dari botol vadka
meresapnya dengan jiwa menghiba
indonesia meratap...
... merasakan nusantara dari segelas anggur orang tua
mereresapinya dengan senyuman hampa
negeri kita kotor
sarangnya jama'ah koruptor
mari bersulang
setelah mabok kita pulangtidur yang lelap walau kita kan menangis besok siang
MALANG 4 NOVEMBER 2011
nikmat malunya tak sekejap
mantaf ironisnya tak sesaat
mungkin sampai kiamat
yang miskin semakin melarat
miskin janganlah marah
kaya ingatlah susah
ini anugerah untuk hikmah pada arah
begitu kata simbah
kesenjangan serupa keindahan semesta alam
untuk mengurangi degradasi pikir bijak
kata sang budayawan
arak bali karya putra bapak nusantara
d minum berdamping berita
di teguk di tengah wacana
kepala mulai pusing
biarkan saja
menatap ibu pertiwi dari botol vadka
meresapnya dengan jiwa menghiba
indonesia meratap...
... merasakan nusantara dari segelas anggur orang tua
mereresapinya dengan senyuman hampa
negeri kita kotor
sarangnya jama'ah koruptor
mari bersulang
setelah mabok kita pulangtidur yang lelap walau kita kan menangis besok siang
MALANG 4 NOVEMBER 2011
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar