Jumat, 16 September 2011
Rabu, 22 Juni 2011
totalitas
untuk sebuah perenungan
aku kecil tetaplah kecil
kalian sadar ...hidup ini hanya sebentar ...kunyah dan telanlah..
untuk nanti menjumpai tuhan
tak kan pernah henti kata2ku membakar roh pada jasadmu
..sebab kenyataan adalah ruang nyaman kita..
dalam kebenaran kehidupan!! aku adalah aku bukan anda juga bukan kalian..
bersyukurlah dalam miskinmu..
karna didalamnya kamu bisa belajar kaya hati..
resapilah susahmu..
karna didalamnya kamu bisa temukan harta tuhan...
salam gak tae' tae'an
aku kecil tetaplah kecil
kalian sadar ...hidup ini hanya sebentar ...kunyah dan telanlah..
untuk nanti menjumpai tuhan
tak kan pernah henti kata2ku membakar roh pada jasadmu
..sebab kenyataan adalah ruang nyaman kita..
dalam kebenaran kehidupan!! aku adalah aku bukan anda juga bukan kalian..
bersyukurlah dalam miskinmu..
karna didalamnya kamu bisa belajar kaya hati..
resapilah susahmu..
karna didalamnya kamu bisa temukan harta tuhan...
salam gak tae' tae'an
Jumat, 20 Mei 2011
bau kotoranmu....
dalam keremangan jiwamu....kutumpahkan emosiku..
segunung bangsat...membayang di pelataran muka...
Tuhan....
luruskan jalan jiwaku. lapangkan nuraniku....
agar kesangsianku enggan menghampiri...
agar gundahku cepat lari..
aku sadar..aku sedang berjalan menuju liang..
kalian ...sadar sadarlah dalam kesadaran..meski bnyak orang makan kotoran
salam gak tae' tae'an
segunung bangsat...membayang di pelataran muka...
Tuhan....
luruskan jalan jiwaku. lapangkan nuraniku....
agar kesangsianku enggan menghampiri...
agar gundahku cepat lari..
aku sadar..aku sedang berjalan menuju liang..
kalian ...sadar sadarlah dalam kesadaran..meski bnyak orang makan kotoran
salam gak tae' tae'an
Selasa, 17 Mei 2011
siapkah...?????
malammu datang..dalam keganjilan otak..
jiwaku hening tanpa nafsu berontak...
aku enggan di ledek impian....
seperti mereka yang tinggal di kolong jembatan...
sadarilah kita hidup untuk kehidupan..
kita mati untuk menjumpai tuhan...
bunga merona untuk layu...
kumbang menyengat lalu mati....
kalian..di tunggu liang...
salam gak tae' tae'an
.
jiwaku hening tanpa nafsu berontak...
aku enggan di ledek impian....
seperti mereka yang tinggal di kolong jembatan...
sadarilah kita hidup untuk kehidupan..
kita mati untuk menjumpai tuhan...
bunga merona untuk layu...
kumbang menyengat lalu mati....
kalian..di tunggu liang...
salam gak tae' tae'an
.
Sabtu, 14 Mei 2011
klimaks pejabat glamor
tinggi bener pagar rumahmu...setinggi harapanku yang menjorok ke tepi gumpalan awan..
mewah benar mobilmu....semewah mimpiku tuk tanah dan airku yang separuh busuk..
wanginya parfummu...sewangi parfum para artis hollywood yang serupa aroma kotoranku...
sombongnya kalian....sesombong bencana stunami acah ...
puas puaslah kalian makan kotoran....senang2lah kalian hisap ketiak pimpinan kalian...
.dan yakinlah akan pertanggungan jawab....
celaklah kalian menghadap tuhan...
salam gak tae' tae'an
mewah benar mobilmu....semewah mimpiku tuk tanah dan airku yang separuh busuk..
wanginya parfummu...sewangi parfum para artis hollywood yang serupa aroma kotoranku...
sombongnya kalian....sesombong bencana stunami acah ...
puas puaslah kalian makan kotoran....senang2lah kalian hisap ketiak pimpinan kalian...
.dan yakinlah akan pertanggungan jawab....
celaklah kalian menghadap tuhan...
salam gak tae' tae'an
Kamis, 12 Mei 2011
isi tempurung
hai pimpinan.....cerdas2lah dalam bergurau...pintar pintarlah dalam bercanda..
kita berjalan dalam keremangan menuju liang..
sudahlah......tau dirilah kalian....jangan sampai jadi negri kutukan
hentikan aborsi dan senggama pasal pasal
sebelum kau di makan alam....
kau pimpinan.. jangan sibuk pencitraan..neri ini perlu pembenahan
hai orang kaya...!!!! sadarilah isi kayamu
kamu orang miskin....!!!baik baiklah dalam susahmu....
slm gak tae' tae'an
kita berjalan dalam keremangan menuju liang..
sudahlah......tau dirilah kalian....jangan sampai jadi negri kutukan
hentikan aborsi dan senggama pasal pasal
sebelum kau di makan alam....
kau pimpinan.. jangan sibuk pencitraan..neri ini perlu pembenahan
hai orang kaya...!!!! sadarilah isi kayamu
kamu orang miskin....!!!baik baiklah dalam susahmu....
slm gak tae' tae'an
Minggu, 08 Mei 2011
perbandingan....
om.enak kali ya om tinggal di jakarta...banyak artisnya,mau cari apa aja ada...tempat rekreasi juga banyak....kenapa sih om pembangunan kok gak merata......terus..kenapa sih om di negri kita korupsi kok meraja lela...???om....kok diem..sari awan ya...
jangankan tuk rekreasi...tuk makan sehari hari aja suliit om....!!!! mana ada yang peduli..tp aku juga warga indonesia om........!!!!!??????...................loh..om kok bengong aja sich....Sabtu, 07 Mei 2011
tanya jiwa...
pada kedalaman jiwa ku....
pada kedangkalan otak ku...
menelan musibahmu ....mengunyah petakamu...memamah bencanamu...
ini tanahku...tanah indonesia yang terdengar bagai cuwilan syurga...
ini airku... air indonesia gemricik menyegarkan ...menghidupkan mengaurakan kedamaian...
semua tau petinggiku berak sembarangan..panutanku makan isi kotoran..
jangan salahkan bila alam marah...
mungkin hanya terapi moral .. bercermin .bersujud mohon ampunan..
agar bencana gak kutelan...agar musibah gak ku makan..
sadarilah..manusia sangsi menyapa hidup
manusia ragu menunggu mati...
salam gak tae' tae'an
Kamis, 05 Mei 2011
tetap bertahan....
tak ada otak aku hari ini....berbaring di sudut siang yang lengang..
nafsu dan emosi seakan lari dari wujudku....
realita yang di cerna indera..seakan tidak membangkitkan jiwa berontak ku..
mungkin ini ini sedikit iklan perenunganku....
di dasar jiwaku mengaura kudetamu....
seni mu...
seni ku..
nuranimu
nuraniku belum layu...
aku percaya. esok kembali tegak....
salam g tae' tae'an
Rabu, 04 Mei 2011
tak ada judul
sebuah ketimpangan.....
kau asyik dengan kehidupanmu..
debu-debu jalan tau....itu sesaat
aku terbuang serupa anjing..
kata-kataku kau buang dalam keremangan miring..
seubah kotoranku...
sadarilah kita hidup dalam penguasaan anjing...
kita mati dalam negri sinting....
salm g tae' tae'an...
kau asyik dengan kehidupanmu..
debu-debu jalan tau....itu sesaat
aku terbuang serupa anjing..
kata-kataku kau buang dalam keremangan miring..
seubah kotoranku...
sadarilah kita hidup dalam penguasaan anjing...
kita mati dalam negri sinting....
salm g tae' tae'an...
Minggu, 01 Mei 2011
syurganya para penjajah
inilah negeriku, negeri warisan penjajah di muka bumi, negeri para kyai dan juga maling sapi. Negara kaya raya serpihan surga yang terlempar ke jagat semesta
di sini !!
Aku perang seorang diri tanpa teman sanggup mengerti
Ketika saudaraku harus membayar jutaan untuk sebuah pekerjaan,
ketika pemuda kampungku hidup bersandar botol minuman,
ketika pemimpinku menumpuk harta haram hingga tujuh turunan,
ketika yang tak berani korupsi dianggap sok suci.
aku tak kuasa meluruskan…..
negeriku bukan negeri agama tapi bukan negeri tempat syetan berpesta
setidaknya harapan masih ada
kelak……..
ketika sebutir debu dihitung nyata....
( by rono_rene )
Sabtu, 30 April 2011
perlu narsis dalam menulis agar sedikit terbaca manis
seorang miskin yang mencoba belajar berkaya hati...berseni yg di muarakan pada perenungan di tengah dimensi gengsi yang merebab....aura idealis fanatikisme yg mengembang pada jiwanya yang terus menggiringnya ke pojok kehidupan...dia pun menulis;
"tukisanku adalah kata kataku,,,bukan tulisan untuk membuatmu menyukaiku dan bukan membuatmu larut dalam idealisku...bukan iti maksutku,...tulisanku hanya untuk kau tau akan dirimu....
aku tetep aku...bukan anda...juga bukan kalian...trims.....slm gak taek tae'an''
"tukisanku adalah kata kataku,,,bukan tulisan untuk membuatmu menyukaiku dan bukan membuatmu larut dalam idealisku...bukan iti maksutku,...tulisanku hanya untuk kau tau akan dirimu....
aku tetep aku...bukan anda...juga bukan kalian...trims.....slm gak taek tae'an''
Jumat, 29 April 2011
wajah indonesia
KEMISKINAN JANGAN DIJADIKAN KOMODITAS!!! Apa pun alasan nya, pasti tidak akan ada yang membantah, jika disimpulkan bahwa warga bangsa terbesar yang masih terjerat dalam jeratan kemiskinan adalah kaum tani dan nelayan. Suasana pilu dan nelangsa, senantia...sa akan menyelimuti kehidupan nya. Kaum tani dan nelayan adalah bagian terbesar dari warga bangsa. Mereka seolah-olah sangat sulit untuk melepaskan diri dari lilitan kemiskinan yang mencengkram kehidupan nya. Mereka terkesan cukup kesulitan dalam membangun kebangkitan diri dan keluarga nya. Mereka juga bosan terus-terusan dijadikan obyek pengamatan, pengkajian dan penelitian para pakar yang bekerja keras untuk memerangi kemiskinan nya. Hal ini lumrah mengemuka, karena seiring dengan sering nya penelitian, semakin banyak nya seminar tentang kemiskinan yang digelar, semakin intens nya program-program yang diluncurkan guna menanggulangi kemiskinan, ternyata jumlah dan kualitas kemiskinan tidak terlampau banyak mengalami perubahan. Sekali pun dalam beberapa tahun ini gencar disuarakan BPS tentang semakin berkurang nya jumlah kemiskinan, namun pengurangan tersebut tidaklah sebanding dengan korbanan yang dikeluarkan guna memberantas kemiskinan itu sendiri. Dengan kata lain dapat juga dikatakan antara target yang ditetapkan Pemerintah dengan realitas nya di lapangan, upaya menghapuskan kemiskinan rakyat, terekam masih belum signifikan. Itu pun jika tidak mau disebut belum sesuai target yang digariskan. Dalam kehidupan petani (baca : peasant), yang nama nya kemiskinan bukanlah suatu hal yang baru dan aneh. Petani dan Nelayan, memang sudah sangat akrab dengan yang nama nya kemiskinan. Walau pun mereka memiliki tafsir dan persepsi yang berbeda soal kemiskinan, namun berbasis pada kesimpulan para pakar, maka sebagian besar dari mereka itu layak diklasifikan ke dalam jajaran masyarakat miskin. Vonis ini bisa saja berbeda jika kita bicara dengan mereka, lalu kita tanyakan apakah mereka itu miskin, maka boleh jadi mereka akan menolak nya. Kilah yang diungkap biasa nya klasik, karena dalam kondisi kehidupan nya yang sekarang, ternyata mereka masih bisa makan, bisa beli rokok dan bisa bercocok-tanam padi. Secara tersirat mereka pun tampak mampu menikmati kehidupan sesuai dengan dunia nya. Terkait dengan "harga diri" bisa jadi mereka pun tidak berkenan jika dikatakan miskin atau melarat. Akan tetapi, seirama dengan perguliran jaman, di kalangan masyarakat tani dan nelayan pun tumbuh sebuah "budaya" baru dalam kehidupan nya. Sikap malu untuk mengaku miskin, di beberapa daerah terekam hal yang sebalik nya. Rata-rata dari mereka ternyata merasa perlu untuk mengaku diri nya miskin. Bahkan tidak sedikit mereka yang seharus nya tidak terkategorikan miskin, kini ikut-ikutan mengaku jadi orang miskin. Istilah miskin rupa nya sudah tidak dianggap sebagai hal yang memalukan, atau berhubungan dengan harga diri seseorang, namun suka atau pun tidak, kini semakin banyak orang yang merasa perlu untuk memposisikan diri sebagai masyarakat miskin. Selidik punya selidik, ternyata kondisi ini tercipta bukan semata-mata lahir dari kesadaran diri mereka. Sikap ini muncul dikarenakan ada "iming-iming" dari kebijakan yang dilakukan Pemerintah. Sebut saja program Bantuan Tunai Langsung (BLT) dan Program Beras untuk Rakyat Miskin (Raskin). Ke dua program ini memang hanya akan diberikan sebagai "targeted subsidies" kepada masyarakat miskin yang kriteria nya ditetapkan oleh BPS. Paling tidak ada 3 kriteria yang ditentukan yaitu miskin, hampir miskin dan sangat miskin. Akibat nya wajar, ketika BPS melakukan survey lapangan, maka ditengarai banyak warga bangsa yang ingin disebut miskin. Ada juga yang ketika disurvey pura-pura hamil (mengganjal perut nya dengan bantal). Ada yang sejenak menyembunyikan HP yang dimiliki nya. Bahkan ada juga yang menukar pakaian bagus nya dengan pakaian yang selayak nya digunakan oleh masyarakat miskin. Motivasi mereka sederhana, yakni supaya kebagian uang tunai dan beras raskin. Mereka tidak berpikir yang lain, apalagi ada aura politik di dalam nya. Hanya ada satu hal yang pantas dicatat, dengan semarak nya Pilkada di daerah, ternyata "money syndrome" kini semakin mewabah dalam kehidupan masyarakat, termasuk mereka yang bermukim di perdesaan. Ukuran nilai sosial bergeser ke ukuran ekonomis. Kekuatan gotong-royong berubah ke kepentingan individu. Semua serba pragmatis. Seluruh nya harus instan dan "eces". Bahkan di dalam kalangan mereka pun kita marak slogan bahwa "dalam hidup ini tidak ada yang gratis". Semua ada tarif nya. Semua ada nilai nya. Semua ada ongkos nya. Dan semua harus ada nilai tambah ekonomi nya. Itulah "perubahan nilai" yang terjadi sebagai dampak nyata dari proses demokrasi yang meminta rakyat guna memilih pemimpin nya secara langsung. Lihat Selengkapnya
Oleh: Gerakan Rakyat Marjin
Kamis, 28 April 2011
man ambos
iki lo rek jenate man ambos nyanyi....sakno rek saiki wes entek slametane....mugo2 di paringi padang dalane jembaro kubure...lan di pangapuro duso2ne......amiiiiin.....
Rabu, 27 April 2011
kenangan 2009
bahasa nurani yg terbengkelai oleh keadaan..ku coba menghindar dari debu2 pasar yang semakin menyodomi jiwa seniku...sampai kapan kita sujut pada pasar...namun yakinlah aku tetap aku ..bukan anda juga bukan kalian...
si miskin
orang-orang miskin di jalan
yang tinggal didalam selokan
yang kalah dalam pergulatan
yang diledek oleh impian
janganlah mereka di tinggalkan
angin membawa bau baju mereka
rambut merereka melekat di bulan purnama
wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala
mengandung buah jalan raya
orang miskin...... orang-orang berdosa bayi gelap dalam batin
rungkut dan lumut jalan raya tak bisa kamu abaikan
bila kamu remehkan mereka
dijalan kamu akan di buru bayangan
tidurmu akan penuh igauan dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka
jangan kjamu bilang negara ini kaya
karena orang-orang miskin berkembang di kota dan didesa
jangan kamu bilang dirimu kaya
bila tetanggamu makan bangkai kucingnya
lambang negara ini mestinya terompah dan belacu
dan perlu diusulkan agar tata negara mataram jangan dikedepankan lagi
orang-orang miskin di jalan masuk kedalam tidur malammu
orang orang prempuan buah raya
menyuapi para putramu
tangan-tangan kotor dari jalanan meraba raba kaca jendelamu
mereka tak bisa kamu hindarkan
jumlah mereka tak bisa kamu mistik jadi nol
mereka akan menjadi pertanyaan yang mencegat ideologimu
gigi mereka yang kuning akan meringis di muka agamamu
kuman-kuman spilis dan TBC dari ganggang gelap akan hinggap di korden keprisidenan
dan buku progama gedung kesenian
orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah
bagai udara panas yang selalu ada
bagai gerimis yang selalu mebayang
orang-orang miskin mengangkat pisau pisau mereka
tertuju kedada kita dan kedada mereka sendiri
orang-orang miskin juga berasal dari kemah ibrahim
(ws. RENDRA)
Selasa, 26 April 2011
suara nurani
bukan membenci maupun memerangi para raja sawer + penjoget kelas RT....tp hanya menghindari dan menempatkan musik dangdut yang romantis, rancak , melan pada porsi yang sesuai dengan jiwa para pencinta seni....selamat berkarya....
hidup itu indah
jangan senggan memberi,.. jangan enggan berbagi,.. sebab kita... masih harus belajar dan tetap belajar,... bukan untuk pintar! tetapi untuk berbagi dan memberi,
Langganan:
Postingan (Atom)
Home


