Rabu, 27 April 2011

si miskin

orang-orang  miskin di jalan
yang tinggal didalam selokan
yang kalah dalam pergulatan
yang diledek oleh impian
janganlah mereka di tinggalkan
angin membawa bau baju mereka
rambut merereka melekat di bulan purnama
wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala
mengandung buah jalan raya
orang miskin...... orang-orang berdosa bayi gelap dalam batin
rungkut dan lumut jalan raya tak bisa kamu abaikan
bila kamu remehkan mereka
dijalan kamu akan di buru bayangan
tidurmu akan penuh igauan dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka
jangan kjamu bilang negara ini kaya 
karena orang-orang miskin berkembang di kota dan didesa
jangan kamu bilang dirimu kaya
bila tetanggamu makan bangkai kucingnya
lambang negara ini mestinya terompah dan belacu 
dan perlu diusulkan agar tata negara mataram jangan dikedepankan  lagi
orang-orang miskin di jalan masuk kedalam tidur malammu
orang orang prempuan buah raya
menyuapi para putramu
tangan-tangan kotor dari jalanan meraba raba kaca jendelamu
mereka tak bisa kamu hindarkan
jumlah mereka tak bisa kamu mistik jadi nol
mereka akan menjadi pertanyaan yang mencegat ideologimu
gigi mereka yang kuning akan meringis di muka agamamu
kuman-kuman spilis dan TBC dari ganggang gelap akan hinggap di korden keprisidenan
dan buku progama gedung kesenian
orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah
bagai udara panas yang selalu ada 
bagai gerimis yang selalu mebayang
orang-orang miskin mengangkat pisau pisau mereka 
tertuju kedada kita dan kedada mereka sendiri
orang-orang miskin juga berasal dari kemah ibrahim

(ws. RENDRA)

4 komentar: